“Hari pertama kami sudah siap dari jam delapan pagi. Tepat pukul sembilan saat hendak mengunggah berkas, baru sekitar dua menit sistem sudah tertutup dengan keterangan kuota penuh. Hari kedua dan hari ketiga juga terjadi hal yang sama. Kami hanya meminta penjelasan mengenai sistem pendaftaran ini,” katanya.
Selain itu, sejumlah wali murid mempertanyakan kapasitas sistem pendaftaran dan meminta pihak sekolah membuka data jumlah pendaftar yang berhasil masuk dalam waktu singkat tersebut sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
“Kalau benar dalam satu menit sudah ada seratus sampai seratus lima puluh pendaftar yang berhasil masuk, kami minta dibuktikan agar masyarakat juga puas dan tidak menimbulkan berbagai dugaan. Jangan anggap kami tidak mengerti soal teknologi informasi,” tegas salah seorang wali murid.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, puluhan orang tua mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi terkait mekanisme pendaftaran daring. Namun, hingga siang hari mereka belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












