Sementara peserta lain, Yohanista Mogi mengungkapkan membuka ruang para guru untuk berkolaborasi dengan guru yang satu rumpun mata pelajaran dan juga lintas disiplin ilmu menganalisis kembali capaian pembelajaran (CP) dan kemudian bersama menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam(PMM).
Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Mauponggo ini mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan hal baru mengenai deep learning walaupun dalam waktu yang singkat. Dia menyebut, hal penting yang bisa dipetik dari kegiatan tersebut adalah bagaimana guru mampu memasuki dan memahami secara detail dunia murid dengan latar belakang yang berbeda.
“Penting sekali, sehingga membuat guru terus belajar sesuai perkembangan zaman demi pelayanan yang bermutu buat murid dan guru didorong untuk bisa mengenal anak secara persona” katanya.
Dukungan Kepala Sekolah
Tidak hanya para guru, workshop deep learning ini mendapatkan atensi baik dari smua Kepala Sekolah. Kepala SMPS St. Mikael Maukeli, Matheus Mite menyebut, dirinya sangat mendukung pelaksanaan workshop deep learning sebab memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan ketrampilan dibidang pendidikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
