Oleh: Rhey Natonis
Flobamora-News.Com
HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tentu wajib dirayakan. Merah putih harus berkibar, semangat nasionalisme harus hidup, dan masyarakat berhak menikmati momentum 17 Agustus dengan penuh kegembiraan.
Tetapi ada satu pertanyaan yang rasanya semakin sulit untuk dihindari: kemerdekaan ini sebenarnya sedang dirayakan untuk siapa?
81 tahun Indonesia merdeka, tetapi di banyak pelosok negeri masih ada rakyat yang hidup dalam keterbatasan. Mereka masih bergulat dengan kemiskinan ekstrem, anak-anak yang tidak bersekolah, stunting, akses pelayanan dasar yang terbatas, bahkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ironisnya, ketika rakyat sedang berjuang mempertahankan hidup, sebagian pejabat justru sibuk mempertontonkan kemewahan dalam berbagai seremoni kemerdekaan.
Gerak jalan, misalnya, seharusnya menjadi simbol kebersamaan dan semangat perjuangan. Namun, tidak jarang yang lebih menonjol justru pakaian, atribut, kemewahan dan penampilan para pejabat. Seolah-olah ukuran keberhasilan memperingati kemerdekaan adalah siapa yang paling necis, paling mahal pakaiannya dan paling mencuri perhatian kamera.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
