Meski semuanya sudah diberikan sesuai dengan porsi masing-masing, ketegangan berlanjut di waktu-waktu selanjutnya hingga malam ketiga. Sebagai paman Anton merasa tersinggung karena merasa dicuekin para keponakannya. Beberapa kali Ia datang ke rumah Margaretha yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya, keponakannya selalu pasang muka asam.
Sebagai paman ia merasa tidak dihargai. Kesal dengan situasi itu, ia lantas mengembalikan kerbau yang sudah diberikan saudarinya. Gesekan antara mereka pun berlanjut dan melebar hingga pemagaran komplek rumah persis di belakang pusara Adrianus, hingga pada akhirnya Margaretha menyewa pengacara lapor Polisi.
Sempat Dimediasi Tetua Adat
Percekcokan diantara mereka sempat dimediasi oleh tetua adat setempat. Tokoh adat Ute yang tinggal di Aekana, Lambert Tegu mengatakan prihatin dengan persoalan itu mereka sempat melakukan mediasi memanggil Margaretha dan anak-anaknya. Lambert menilai pertengkaran itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena beda pemahaman terkait konteks budaya yang seharusnya diselesaikan di dalam rumah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
