Menjaga Marwah Akademis di Tengah Penghakiman Massa: Refleksi Seorang Dosen

Reporter : Okber Bait Editor: Okber Bait
IMG 20260804 WA0010

Oleh

Dr. Tian Liufeto

Dosen Pada Universitas Nusa Cendana

Sebagai seorang pendidik di perguruan tinggi, saya mencermati narasi liar yang belakangan beredar di grup WA, media massa dan media sosial. Kasus yang menerpa rekan sejawat, Dr.Sherli Littik, sungguh menyesakan dan dapat menyisakan duka yang mendalam bagi dunia akademis. Hanya dalam hitungan jam, ruang digital dipenuhi tuduhan dan hujatan netizen yang menghakimi seolah-olah terjadi tindakan sewenang-wenang : membatalkan ujian skripsi hingga 12 kali sehingga membuat mahasiswa depresi dan dilarikan ke UGD.

Sebagai sesama dosen yang setiap hari bergelut di dalam dinamika ruang perkuliahan dan bimbingan, saya tahu persis ada realitas mendasar yang dipotong secara sepihak oleh narasi viral tersebut sebab sejumlah fakta menunjukkan Ibu Sherli secara transparan mengomunikasikan keterbatasan waktunya akibat beban mengajar hingga duka yang dialami, melalui pesan tertulis. Beliau bahkan sebenarnya memberikan solusi nyata agar proses ujian mahasiswa tidak terhambat dan tidak bergantung hanya pada dirinya semata.



Exit mobile version