“Saya tidak puas dan menaruh curiga dan bertanya kepada YP, kira-kira MN ada di mana bapak karena biasa kami datang dia keluar jemput kami untuk berjabatan tangan, koq malam ini tidak. Ia menjawab bahwa MN memang sempat menghilang dengan laki-laki tetapi sudah ada kembali, ” dia ada di dalam kamar”, jelas EN.
Karena merasa sangat rindu dan kangen dengan anaknya EN terus mendesak YP agar mengeluarkan anaknya untuk bisa bertemu karena saya dan isteri adalah ayah dan ibu kandung dari MN.
“Malam itu saya bertemu dengan anak saya namun kondisinya dalam keadaan hamil. Terus terang saya sangat kaget dan tidak bisa tidur malam itu”, ujar EF sambil menangis terseduh-seduh.
“Ke esokan harinya Senin (11/10) setelah bangun tidur YP menyatakan bahwa tadi malam kita tidur MN sudah kabur lagi lewat jendela. Itu sebabnya saya dan istri mulai stres dan kembali ke kampung dan mulai mencari keberadaan anak saya yang dalam kondisi berbadan dua. Kemudian Kamis(13/10) saya dan istri kembali ke Kota SoE dan melaporkan kejadian anak hilang ke Aparat Polres TTS, selanjutnya menyampaikan berita kehilangan ke RSPD SoE untuk diumumkan termasuk melapor ke LSM Sanggar Suara Perempuan ( SSP) dan Dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan”, jelas EF.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
