OJK Luncurkan RP3I 2025-2030, Perkuat Resilensi dan Peran Perbankan sebagai Penggerak Ekonomi

Reporter : Eka Malik OJK Editor: Redaksi
IMG 20261002 WA0529

“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan  likuiditas dan manajemen risiko yang kuat. Kemudian juga harus inovatif, melalui  pemanfaatan teknologi dan memberikan nilai tambah, produktif dalam menyalurkan pembiayaan bagi ekonomi produktif, dan juga inklusif, dengan terus memperhatikan pelindungan konsumen,” kata Friderica.

Menurut Friderica, kinerja sektor jasa keuangan Indonesia saat ini tetap terjaga dan berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional meski di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global.

Hingga Agustus, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga  tumbuh 10,92 persen (yoy) sementara rasio kecukupan modal atau CAR masih solid di 24,1 persen dan NPL gross sebesar 2,11 persen.

Sementara itu, Dian Ediana Rae dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa  industri perbankan saat ini menghadapi kombinasi antara tantangan yang berasal  dari perkembangan global dan geopolitik, lingkungan hidup, perubahan teknologi,  model bisnis, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan ketahanan  keberlanjutan dan perlindungan konsumen, termasuk agenda pembangunan yang  berkelanjutan.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan OJK. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab OJK.


Exit mobile version