Jika hasilnya positif, maka OVOP di NTT sedang menuju sukses. Namun jika stagnan, pelantikan ini hanya mengganti nama tanpa mengubah nasib rakyat.
Penutup
OVOP bukan sekadar program pembangunan ekonomi; ia adalah cermin efektivitas birokrasi daerah. Pejabat eselon 3 dan 4 harus sadar bahwa keberhasilan mereka tidak diukur dari banyaknya rapat, tetapi dari jumlah masyarakat yang ekonominya benar-benar terangkat.
Singkatnya, OVOP akan berhasil hanya jika pejabat lapangan bekerja dengan hati, data, dan keberanian. Dan di NTT, ujian itu baru saja dimulai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
