Ketua Tim, Lutfi Amiruddin, S.Sos., M.Sc., anggota tim Dr. Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si., dan Genta Mahardhika Rozalinna, S.Sos., M.A. beserta asisten mahasiswa yang terlibat Dina Daratirta dan Sofiurrahman melakukan pendampingan proses menggambar peta partisipatif. “Kegiatan ini terinspirasi dari pengalaman salah satu daerah wisata di Jawa Timur yang memiliki alam indah namun menghadapi risiko tinggi kerusakan lingkungan akibat kelalaian dalam perencanaan spasial.
“Melalui proses partisipatif, kegiatan ini mengajak langsung masyarakat untuk menggambar dan mengidentifikasi lokasi-lokasi penting, baik dari sisi kerentanan bencana maupun kekayaan wisata dan budaya. Informasi bencana berasal dari masyarakat karena dari masyarakatlah pengetahuan itu berasal”, jelas Lutfi Amiruddin.
Wilayah Nagekeo ini tercatat memiliki beberapa jenis bencana dengan kategori risiko tinggi selama periode 2019–2024, seperti longsor di bagian selatan, abrasi pantai, kekeringan dan kebakaran, penting untuk digambarkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
