Menurutnya, hutan atau pohon mangrove sudah di lindungi oleh Undang Undang, walaupun sedikit demi sekit belajar terkait keberadaan pohon mangrove menurutnya sangat penting untuk kenyamanan masyarakat di sekitar pesisir.
“seharusnya pemeritah lebih paham tekait aturan perundang-undangan” tulisnya lagi
pasalnya, sudah sangat jelas UU Nomor 27 Tahun 2007, ruang lingkup pengaturan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil harus di jaga dengan baik, kemudian UU nomor 27 juga menegaskan bahwa mangrove merupakan sumberdaya pesisir/Pasal 1(4).
Wakil Germas (Gerakan kemasyarakatan) periode 2018-2020 PMKRI Cabang Palopo itu menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri kelautan dan Perikanan tentang Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil (NOMOR 23/PERMEN-KP/2016) bahwa prinsip perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau- pulau Kecil merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan/atau komplemen dari sistem perencanaan pembangunan daerah (pasal 3/a) dan dilakukan sesuai dengan kondisi biogeofisik dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, serta dinamika perkembangan sosial budaya daerah dan nasional (pasal 3/c) melibatkan peran serta masyarakat setempat dan Pemangku Kepentingan Utama (pasal 3/d).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
