Geradus mengaku warga penerima yang sudah ditentukan namanya sudah siap. Ia khawatir jika masyarakat sendiri yang mengira ada permainan dari Pemerintah Desa untuk menggagalkan progam ini. “Ini kami jadi serba salah soalnya penerima sudah main tanya terus” katanya.
Dengan adanya polemik ini Geradus menilai pemerintah dan lembaga DPRD sengaja menciptakan persoalan sehingga gagal terealisasi. “Kalau gagal eksekusi itu 2024 tidak usah mereka lagi, mau DPRD, Bupati tidak usah pilih, hanya bikin bodoh masyarakat. Terus terang kamu kecewa Ade dengan Pemerintah” timpalnya.
Kepala Desa Leguderu Fransiskus Xaverius Ceme juga menyampaikan hal yang sama. Pemerintah Desa Leguderu bahkan terus didesak segera mengeksekusi anggaran tersebut sebab masyarakat sudah siap. “Untuk di Leguderu kami data ada 33 KK akan tetapi berdasarkan kesepakatan di Kecamatan yang diakomodir hanya 5 unit” katanya.
Ketika ditanya soal kesiapan baik itu persyaratan serta kelengkapan administrasi lainya di sisa waktu yang ada beberapa Kepala Desa menjawab kompak. “Kami di Desa selalu siap, karena memang ini prosesnya sudah lama” ungkap Ceme diamini Kades Raja Timur Dionisius Lele.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
