Pemkot dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Saat HUT ke-23 Kota Kupang

IMG 20190425 WA0010

Sampah plastik bisa didaur ulang menjadi tutup botol dan lainnya sementara sampah-sampah organic seperti kotoran dan daun-daunan bisa diolah menjadi pupuk. Sehingga member manfaat kepada masyarakat dan membuat sampah tidak menumpuk.

Menurut Alex Riwu Kaho,
tujuan pengadaan mesin pengolahan sampah ini, untuk merubah pola pikir masyarakat dalam berwirausaha dan melihat sesuatu sebagai potensi yang bisa mendatangkan keuntungan. Bank NTT sudah membina beberapa kelompok masyarakat untuk dapat menggunakan mesin pengolahan sampah tersebut seperti, pemuda Kaisarea, Karang Taruna Kelurahan Kolhua dan beberapa titik lainnya.

Selain mesin pengelola sampah pihak Bank NTT juga memperkenalkan kepada Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan semua yang hadir, penggunaan system pemasaran produk UMKM secara digital yang disiapkan bank NTT. Sebagai contohnya, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore membeli semangkok bakso secara online menggunakan fasilitas digital yang disiapkan Bank NTT tersebut.

Menurut Alex, dengan adanya mesin ini Bank NTT dapat menopang program optimalisasi penerimaan daerah yang terus digagas oleh berbagai pihak termasuk KPK. Untuk NTT kita memulai di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dan menyusul semua Kabupaten.



Exit mobile version