Religi  

Perayaan Wajib 1 Oktober: Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pelindung Karya Misi

FB IMG 1569891535149

Walaupun demikian, tapi sifat perasa masih tetap ada. Sifat itu baru mulai hilang karena nasehat ayahnya ketika mereka menghadiri upacara malam Natal tahun 1886.

Semenjak itu, ia mulai semakin sadar akan keburukan dari sifatnya yang manja dan lekas tersinggung itu. Ia sadar bahwa ia sudah mulai remaja. Karena itu, sifat kekanak-kanakan itu tidak cocok bagi seorang wanita yang bercita-cita menjadi suster.

Saat kesadarannya ini – kemudian dalam autobiografinya – disebutnya sebagai saat ber-rahmat yang mengawali kehidupannya yang baru. Katanya dalam buku itu: “Yesuslah yang merubah diriku.“

Semenjak itu, ia mulai sadar bahwa dirinya dipenuhi karunia Roh Kudus. Ia sadar pula bahwa dia harus mengabdikan seluruh-hidupnya kepada Tuhan.

Kerinduannya untuk bersatu dengan Kanak-kanak Yesus sangatlah besar. Karena itu, di kemudian hari, setelah ia digelari “kudus”, ia dinamai “Theresia dari Kanak-kanak Yesus” dan “Theresia dari Lisieux”.

Kepada Yesus, ia berjanji tidak akan pernah segan melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan dari padanya. Kerinduannya itu terungkap dalam salah satu doanya berikut ini:



Exit mobile version