Indra bilang dia dan teman-teman pengurus Persena sebenarnya tidak begitu berambisi mengurus Persena, hanya saja komunikasi Dinas Pora yang dengan sepihak cenderung lebih memilih kubu sebelah sehingga Indra, Dony Moni, Rian Missi, Nixon, Deden dan beberapa yang lain mempertahankan status kepengurusan itu. Mereka-mereka ini sebenarnya orang-orang baik yang sudah berusaha demi kemajuan sepakbola Nagekeo. Mereka hanya butuh komunikasi.
“Inti dari persoalan ini tu Om berawal dari Dinas Pora yang bersama Ketua Persena mengeluarkan suara pemberitahuan seleksi, kalau itu tidak dilakukan berarti tidak terjadi Polemik ini” jelas Indra.
Sejak awal, pria yang dalam beberapa hari terakhir sering meng-upload status terkait Statuta di WhatsApp ini menyampaikan bahwa Ia hanya ingin menjaga marwah Askab sebagai organisasi yang diakui legal hukumnya oleh Negara.
“Kalau dari saya yang pertama jangan melihat saya sebagai Indra lihatlah organisasi ini lihatlah aturan jangan melihat saya sebagai anak, sebagai keponakan. Kalau mereka ada niat, bersurat lah secara resmi, yang saya mau seperti itu, jangan lihat siapa saya” ujar Indra.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
