Indra mencontohkan kegiatan pelatihan Wasit oleh Dinas Pora beberapa tahun lalu yang mana Dinas menyurati Askab secara resmi dan pelatihan berjalan lancar sesuai mekanisme dan aturan. “Saya heran kenapa urus Persena ini tidak bersurat sama sekali, kita ini kan lembaga yang diakui negara juga, representasi kehadiran PSSI” ujarannya.
Selain Dinas Pora, bagi pihak manapun yang ingin mengurusi Persena diharapkan bisa membangun komunikasi dengan baik. Pihaknya menerima dengan senang hati. “Begitupun mereka (Persena kubu Sely Ajo), siapa yang mau urus Persena sampaikan lah ke saya” ujar Indra memelas.
Namun untuk saat ini, pihaknya bersedia untuk duduk bersama menyudahi polemik demi anak-anak yang sudah diseleksi baik itu Persena kubu Sely Ajo maupun Persena di bawah naungan Askab.
Lebih lanjut, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhalifahan, Indra mengakui bahwa selama ini roda kepemimpinan Askab PSSI masih jauh dari sempurna. Banyak hal di luar sana yang mengkritisi kinerjanya sebagai Ketua. Salah satunya soal Liga Askab yang mandek.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
