Anggota DPRD lima periode yang diketahui merupakan mantan Ketua P3A ini menyebut, tujuan kerjasama yang ingin dijalankan ini yakni memudahkan petani dalam menjual hasil panen mereka. Menurut Ajo Bupu, kesulitan petani di Irigasi Lodo Au secara khusus bahkan petani di Nagekeo umumnya adalah terkait penanganan pasca hingga susahnya menjual hasil panen.
“Masyarakat kita kalau urusan olah lahan bercocok tanam bisa saja, hanya kesulitannya mau jual ini ke mana, harga juga tidak tetap tergantung tengkulak, harapannya dengan adanya kerjasama ini petani bisa lebih dimudahkan. Ya minimal kita naikan derajat petani, jangan lagi petani kita ini dipandang sebelah mata” tandas Ajo Bupu.
Raymundus Lowa Bata, juga menyampaikan hal yang sama, bahwa kesulitan petani di Irigasi Lodo Au adalah bagaimana mereka menjual beras. Selama ini hanya pasar Boawae satu-satunya pasar yang menjadi langganan para petani di Olakile dan sekitarnya menjajakan beras.
Persawahan irigasi Lodo Au memiliki luas areal kurang lebih 45 ha. Total keseluruhan persawahan di Kelurahan Olakile kurang lebih 200 hektar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
