Sekda Nusa Tenggara Timur Ir. Benediktus Polo Maing mengatakan pentingnya untuk melakukan kajian dan penelitian mengenai Taman Nasional Komodo.
“Dengan hasil penelitian oleh pihak Undana nantinya bisa menjadi acuan untuk mengkonkritkan kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dari Kementerian pusat,” ujar Benediktus.
“Dengan kerja sama kita bersama tim peneliti Undana ini, maka tentunya akan menjadi bagian penting dari pengelolaan habitat komodo untuk memprioritaskan keberlangsungan hidup komodo. Termasuk dalam menindaklanjuti ditutupnya Taman Nasional Komodo pada 1 januari 2020 nanti,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa kedepannya juga perlu dilakukan pengkajian penelitian pada destinasi pariwisata Nusa Tenggara Timur yang lain, selain Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Undana Ir.I Wayan,S.Sc,Ph.D, mengatakan, Undana telah menyiapkan tim peneliti secara internal dan juga mendukung kebijakan penutupan Taman Nasional Komodo.
“Undana sudah mempersiapkan tim internal, untuk melakukan kajian penelitian dan memberikan dukungan pada kebijakan pemda. Kita juga menginginkan dukungan pemda untuk memfasilitasi tim peneliti. Kita akan bekerja sesuai koridor, tentunya melalui perencanaan. Karenanya, perlu adanya legatimasi seperti MOU atau surat dari gubernur,” jelas Mudita.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
