“Informasi bahwa sampai tanggal 27 September material pasir baru dua ret atau enam meter kubik itu tidak benar,” katanya.
Ia menyebut material yang telah berada di lokasi pekerjaan lebih banyak dari informasi tersebut.
“Fakta di lapangan, pasir sudah tujuh ret, batu hutan sudah empat ret, kayu bulat, semen, besi beton dan material nonlokal lainnya sudah berada di lapangan,” jelas Yuliana.
Selain material tersebut, lanjutnya, kusen pintu dan jendela sedang dalam proses pengerjaan. Sementara kebutuhan seng untuk pembangunan gedung sekolah juga telah dipesan.
Yuliana berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sebenarnya pelaksanaan program revitalisasi SD Inpres Nifubia.
Ia menegaskan bahwa pembangunan gedung sekolah tetap berjalan sesuai tahapan pekerjaan yang sedang dilaksanakan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris A. Manafe, M.Si., mengimbau seluruh kepala sekolah penerima dana program revitalisasi agar menaati seluruh prosedur dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
