Dia menjelaskan bahwa Gedung utama dan ruang rawat inap memiliki bobot volume pekerjaan terbesar. Akan tetapi fakta di lapangan bertolak belakang dengan besaran volume yang disampaikan Konsultan Pengawas dan diperkirakan volume pasti pekerjaan di lapangan baru mencapai 40 persen saja. Sehingga dengan sisa 42 hari kalender kerja, perampungan proyek tersebut diperkirakan akan sulit terwujud.
Lebih lanjut Konsultan Pengawas dan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) kata Romualdus Teva, tetap optimis proyek akan rampung sesuai jadwal addendum. “Jumlah pekerja yang mencapai 280 orang dan material yang telah tersedia di lokasi mendukung penyelesaian proyek,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, baik PPK maupun Dinas Kesehatan Ngada belum berhasil dikonfirmasi untuk keterangan lebih lanjut terkait pemberian addendum terhadap penyedia jasa. (Sevrin)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
