“Setelah semua persyaratan administrasi dipenuhi, calon pekerja akan menjalani tes kesehatan (medical test) setelah dinyatakan sehat lalu dibawa ke Dinas Tenaga Kerja untuk diinterview sebelum diberangkatkan ke Kupang untuk menjalankan pelatihan” katanya.
Maria menegaskan, semua proses dan biaya akomodasi CPMI sejak keluar dari rumah sampai tiba di Malaysia ditanggung perusahaan. “Biaya akomodasi seluruhnya untuk keperluan CPMI sejak keluar dari rumah ditanggung oleh perusahaan, calon tenaga kerja ini tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun” ujarnya.
“Kemarin yang kita kirim dari sini memang awalnya 19 orang akan tetapi yang dua orang tidak lulus tes kesehatan akhirnya dipulangkan. Perusahaan kami ini benar-benar selektif mengirim CPMI ke Malaysia terutama kondisi kesehatannya” tambahnya.
Koordinator PT BUS wilayah NTT, Andy Kalasiduk menjelaskan bahwa saat ini perusahan sedang memberikan pelatihan dan uji kompetensi bagi calon pekerja migran dari beberapa Kabupaten di NTT termasuk 17 orang dari Ngada. Mereka menjalani pelatihan kurang lebih 3 bulan sebelum diberangkatkan ke Malaysia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
