Kedua, stimulus non-moneter mesti berjalan paralel. Artinya, pemerintah tak cukup hanya menambah uang di sistem keuangan, tetapi juga mendorong aktivitas riil: insentif pajak mikro bagi usaha kecil yang berinovasi, pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri, serta digitalisasi rantai pasok UMKM agar produk mereka bisa langsung menembus pasar nasional. Inilah cara memastikan uang berputar di tangan rakyat, bukan hanya di bursa saham.
Ketiga, perlindungan terhadap nilai tukar menjadi kunci stabilitas. Bank Indonesia perlu menyiapkan buffer devisa dan mengelola arus modal jangka pendek agar rupiah tidak terlalu rentan. Sebagai contoh, kebijakan hedging untuk BUMN impor energi bisa membantu menahan guncangan eksternal tanpa menguras cadangan devisa.
Keempat, komunikasi kebijakan harus dirancang dengan presisi. Dalam era ekonomi digital, kata-kata pejabat bisa lebih cepat mengguncang pasar daripada kebijakan itu sendiri. Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga menjadi vital agar pesan publik tidak menimbulkan kebingungan investor maupun pelaku usaha.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
