Jatinangor, Flobamora-news.Com- Pertemuan puncak para kepala daerah di Lembah Jatinangor menandai sebuah momen penting dalam konteks kepemimpinan nasional. Kehadiran 86 kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menunjukkan komitmen bersama untuk merenungkan peran dan tanggung jawab mereka dalam memimpin bangsa. Retret lima hari ini bukan sekadar agenda birokrasi, melainkan sebuah perjalanan batin untuk memperbaharui komitmen dan memperkuat sinergi kepemimpinan.
Perjalanan Menuju Kesadaran Kolektif:
Perjalanan dari Jakarta menuju Jatinangor menggunakan kereta cepat KCIC Whoosh melambangkan kemajuan negeri dan kebutuhan para pemimpin untuk mengikuti laju zaman. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh mengaburkan nilai-nilai moral dan etika kepemimpinan. Perjalanan ini juga menjadi metafora perjalanan batin menuju kesadaran kolektif akan tanggung jawab yang diemban.
Kedatangan para kepala daerah di IPDN disambut dengan marching band, sebuah simbol ketertiban dan keselarasan yang ideal dalam kepemimpinan. Malam harinya, jamuan makan malam yang sederhana, tanpa hirarki dan formalitas berlebihan, menciptakan suasana keakraban dan dialog terbuka di antara para pemimpin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












