Kedua, semangat hidup dan iman seluruh umat mestinya benar-benar dewasa dan mandiri seturut usia paroki yang mulai menua.
Ketiga, panitia mestinya bekerja all out untuk suksesnya perayaan ini teristimewa liturgi dan mulai mengumpulkan data dan sejarah paroki yang akurat untuk diolah dan diterbitlan nanti.
Lebih lanjut Romo Patris menguraikan secara ringkas historisitas berdirinya Paroki Sta. Columba Putain. Paroki Putain resmi berdiri tahun 1969. Walau demikian sang gembala selanjutnya menceritakan bahwa cikal bakal iman katolik paroki ini sudah lama tumbuh sekitar awal tahun 1950.
Dikisahkan bahwa pada tahun itu ada seorang pria yang ditangkap dan ditahan akibat membunuh seseorang yang tidak diketahui namanya di Pah Anas; nama si tahanan ini Welem Tsu. Dia bahkan dibuang ke Nusakambangan. Setelah menjalani masa tahanan (entahlah ceritanya seperti apa), Welem Tsu akhirnya diangkat menjadi anggota tentara KNIL.
Setelah pensiun sebagai tentara KNIL, ia kembali ke kampung halamannya bersama istri (mama Jawa) dan seorang buah hati (Yohanes Tsu). Hampir pasti kalau mama Jawa itu beriman katolik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
