“Tidak boleh ada kekosongan pelayanan. Dokter dan bidan harus selalu standby. Pengaturan jadwal dan penanggung jawab harian harus jelas. Kepala Puskesmas Sarina harus menjadikan ini perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ronaldo juga menyoroti informasi bahwa dokter yang bertugas diduga tidak menetap di mes puskesmas yang telah disediakan. Ia mendesak Dinas Kesehatan untuk memanggil dan memberikan peringatan kepada dokter tersebut.
“Hari ini sudah terbukti ada masyarakat yang menjadi korban karena tidak ada dokter di tempat, sementara Kepala Puskesmas pun tidak hadir untuk mengambil keputusan darurat,” tambahnya.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kurangnya komitmen terhadap pelayanan kesehatan publik, terutama pelayanan dasar yang menyangkut nyawa ibu dan anak.
Selain itu, Ronaldo mengkritik sikap Kepala Puskesmas Sarina yang belum memberikan klarifikasi publik terkait kejadian ini.
“Ini tanggung jawab puskesmas dan Dinas Kesehatan. Kenapa tidak ada informasi kepada publik terkait kejadian ini?” tanyanya. Ia menekankan pentingnya keterangan resmi agar publik mendapatkan informasi yang benar dan tidak menilai buruk pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
