Saat acara pembubaran panitia, THS-THM mendapat banyak pujian. Saat itu juga, Mgr. Dominikus Saku, Pr menegaskan bahwa perlu ada perhatian khusus untuk pembinaan THS-THM. “Apa yang sudah kamu buat untuk mereka (THS-THM)? Mereka sudah banyak berbuat untuk keuskupan ini. karena itu, pembinaan mereka perlu diperhatikan oleh semua pastor paroki.”, Tegas Mgr. Dominikus Saku, Pr pada acara tersebut.
“25 tahun merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Ibarat manusia, THS itu berkembang pesat, tapi tak menutup dengan banyaknya persoalan. Awal perkembangan, kita lebih banyak menyelesaikan berbagai persoalan yang datang dari luar. Namun, saat ini, kita lebih banyak persoalan yang datang dari dalam organisasi THS-THM tu sendiri”, tutur Wati.
Rm. RD. Ag. Luhur Prihadi, selaku Dewan Pendiri THS-THM kepada awak media di sela acara tersebut menuturkan bahwa Keuskupan Atambua adalah bagian dari gereja universal, maka THS-THM semoga menjadi lambang kebersamaan dan kesatuan dalam keberagaman, termasuk Atambua yang juga merupakan bagian dari Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
