Sempat Ditahan Observasi 24 Jam, Pasien Asal Tetaf Akhirnya Meninggal Dunia

IMG 20260523 WA0012

 

Namun nahas, setelah tiba di halaman parkir Rumah Sakit Ben Mboi Kupang pada Rabu, 6 Mei 2026, korban dinyatakan meninggal dunia.

 

Istri korban, Emi Faomnasi, yang ditemui di rumah duka di wilayah Neke, Desa Tetaf, mengaku sangat kecewa atas pelayanan yang diterima suaminya.

 

“Kalau saja malam itu ada dokter di puskesmas dan langsung kasih rujukan, mungkin suami saya masih bisa tertolong,” ujar Emi dengan nada sedih.

 

Peristiwa ini dinilai mencoreng citra pelayanan kesehatan di Puskesmas Tetaf sebagai salah satu fasilitas layanan publik di wilayah TTS. Pihak keluarga juga menyatakan akan menempuh jalur hukum setelah proses pemakaman selesai dilakukan.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tetaf, Alfred Benu, saat dikonfirmasi pada Rabu (13/05/2026), membenarkan bahwa saat itu terdapat dua pasien yang dirujuk menggunakan satu ambulans.

 

“Terkait adanya dua pasien dalam satu ambulans itu memang benar. Setiap pasien yang harus dirujuk mesti mendapatkan ACC dari UGD rumah sakit. Setelah UGD memberikan ACC, barulah kami bisa melakukan rujukan,” jelas Alfred.



Exit mobile version