Sirene Mengaum, Siswa SMP Stella Maris Maropokot Histeris Menyelamatkan Diri

IMG 20241204 WA0075
Siswa SMPS Stella Maris Maropokot berhamburan keluar kelas saat simulasi penyelamatan diri bencana gempa bumi, Photo dok: FlobamoraNews.com
Simulasi penanganan korban cedera akibat bencana, Photo dok: FlobamoraNews.com

Kegiatan simulasi ini merupakan serangkaian kegiatan sosialisasi sekolah tanggap bencana jenjang SMP tahun 2024 yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo. Simulasi dipraktikkan di SMPS Stella Maris Maropokot dengan menghadirkan 30 orang Kepala Sekolah jenjang SMP di seluruh Nagekeo. Kehadiran para kepala sekolah ini dimaksudkan agar dapat mempraktekkan hal serupa, penyelamatan resiko bencana di sekolah masing-masing.

Selain warga sekolah, dalam simulasi ini Dinas P dan K pemerintah desa dan juga masyarakat setempat. Sebab, selain bagaimana mekanisme penyelamatan diri, simulasi ini juga mengajarkan Kepala Sekolah untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan semua stakeholder baik pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten guna tindak lanjut pasca bencana.

“Kenapa dalam simulasi tadi ada Pemerintah desa dan masyarakat, yang diharapkan adalah pihak sekolah mau berkolaborasi dengan Pemerintah desa, Kabupaten dan juga Provinsi, bagaimana upaya pemulihan pasca Bencana” ujar Marianus.

Diharapkan, sosialisasi dan simulasi ini membawa dampak positif bagi seluruh satuan lembaga pendidikan di Kabupaten Nagekeo agar lebih tangguh terhadap ancaman bencana apapun. Para kepala sekolah selaku peserta diharapkan dapat mengimplementasikan praktis baik ini di sekolah masing-masing agar siswa terbiasa dengan bagaimana cara menyelamatkan diri ketika bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Aloysius Djawa Sina menjelaskan, kegiatan sosial ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bencana alam, dampak yang ditimbulkan dan cara mengatasi bencana.

“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan Satuan Pendidikan dalam mengurangi resiko bencana, membangun budaya kesiapsiagaan di kalangan siswa dan komunitas sekolah serta membantu siswa berpikir dan bertindak secara cepat dan tepat dalam menghadapi bencana” ungkap Aloysius.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini sekolah-sekolah khususnya di lokasi rawan bencana dapat melakukan antisipasi dini terhadap dampak bencana serta kemampuan satuan pendidikan dalam mengurangi resiko bencana dapat ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mauponggo Satap Desa Selalejo, Cristian Jona Sera Jawa, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Dinas P dan K Kabupaten Nagekeo. Pelatihan tersebut kata Dia sangat bermanfaat bagi sekolah apalagi di sekolah yang lingkungan rawan bencana seperti di Selalejo.

“Kegiatannya ini selama dua hari ini saya bisa mengetahui mekanisme yang akan dilakukan ketika ada bencana yang mengancam peserta didik maupun seluruh warga sekolah” ujar Sera Jawa.

Ilmu dan pengetahuan yang didapatkan selama dua hari mengikuti pelatihan, kata Dia akan diimplementasikan di sekolah, sehingga seluruh warga sekolah dapat memahami dengan baik apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana.

“Kami harus tau potensi bencana apa yang akan melanda, kalau kami di sana itu sudah pasti tanah longsor, ini yang harus kami siapkan mungkin soal jalur evakuasi, harus kami petakan memang sejak dini” pungkasnya. (****)



Exit mobile version