Wardani mengungkapkan, inovasi Tamansiswa ini akan menjadikan SMK 2 Tamansiswa sebagai salah satu lokasi bengkel konversi tranportasi berbasis energi fosil ke energi listrik.
“Ini akan membantu akses masyarakat pada kemudahan melakukan perubahan mesin dari mobil atau motor mereka. Kementerian ESDM juga akan turun memberikan bantuan, sekitar Rp10 juta per kendaraan untuk melakukan konversi,” ujarnya lagi.
Ia menyebutkan masyarakat juga tak perlu khawatir dengan perubahan menjadi mesin berbasis tenaga listrik sangat mudah dan sederhana.
“Kendaraan berbasis energi fosil itu punya 5 ribu komponen. Sementara, 700 komponen, artinya, ada efisiensi pada jumlah komponen. Jadi, bisa dikatakan untuk servis dan perawatan, jauh lebih murah,” kata Wardani.
Kedepannya, diharapkan penelitian dan riset terkait baterai bisa secepatnya menghasilkan inovasi dan bisa membuat baterai sendiri.
“Sehingga, nanti bisa diproduksi 100 persen di dalam negeri,” pungkasnya.
Ketua Yayasan Taman Siswa Jakarta, Sri Finayani menyampaikan mereka masih terus melakukan penelitian terkait transisi mesin kendaraan, baik mobilnatau motor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












