Tingkatkan Keselamatan Angkutan Umum, Jasa Raharja NTT Berikan  Sosialisasi Tanggap Darurat dan Pengobatan Gratis

Reporter : Ernez Humas JR Editor: Redaksi
IMG 20260630 WA0387

Petugas Jasa Raharja NTT, Agus Prasetyo, yang meninjau langsung jalannya kegiatan,  menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru angkutan adalah prioritas utama perusahaan. Pencegahan kecelakaan harus dimulai dari kesiapan fisik pengemudi dan pemahaman yang baik tentang mitigasi risiko di lapangan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Masyarakat, sopir dan kru angkutan umum guna pencegahan kecelakaan,” ujar Agus Prasetyo selaku perwakilan Jasa Raharja NTT di lokasi kegiatan.

Melalui program ini, Masyarakat pengguna angkutan umum dan warga sekitar terminal mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemberian obat-obatan dan vitamin esensial secara cuma-cuma. Di saat yang sama, tim medis juga memberikan peragaan langsung materi PPGD agar para kru angkutan, penumpang da nmasyarakat sekitar memiliki  kesiapsiagaan yang tinggi dalam memberikan pertolongan pertama secara mandiri di jalur transportasi.

Baca Juga :  Soe,Flobamora-News.Com || [Sabtu 28/02026 || – Terkait pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), telah mendapatkan tanggapan dari kuasa hukum Arman Tanono S.H yang mewakili masyarakat desa setempat. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD TTS telah menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap penjadwalan untuk memanggil Kepala Desa Spaha terkait kasus tersebut. Dalam pernyataannya, kuasa hukum masyarakat Desa Spaha menegaskan bahwa pihaknya menginginkan Komisi I DPRD TTS tidak menangani kasus ini secara sepihak atau sebelah mata. "Kami meminta agar Komisi I tidak hanya memanggil Kepala Desa Spaha saja, tetapi juga mengundang kami sebagai pelapor untuk bersama-sama menghadiri audensi dengan DPRD – tanpa perlu adanya permohonan khusus dari masyarakat," ujarnya. Menurut kuasa hukum tersebut, masyarakat Desa Spaha menduga bahwa kasus yang mereka laporkan tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang. "Kami melihat seolah-olah kasus Desa Spaha justru mendapatkan 'pujian' di tangan DPRD, karena hingga saat ini belum ada tanggapan yang konkret. Bahkan Bupati TTS juga belum memberikan respon yang jelas," katanya dengan nada tegas. Ia menambahkan, pihaknya merasa bahwa pemerintah daerah dan DPRD TTS tampaknya tidak tegas terhadap Kepala Desa Spaha. "Seolah-olah PEMDA dan DPRD TTS adalah 'singa ompong' di mata Kades Desa Spaha. Sampai sekarang belum pernah ada panggilan resmi, padahal jika melihat kasus kades-kades lain yang bermasalah, Bupati dan DPRD TTS langsung mengambil tindakan dengan memanggil mereka. Namun untuk kasus Desa Spaha, semua pihak tampak diam dan membisu," jelasnya. Dalam waktu dekat, pihak masyarakat Desa Spaha juga berencana untuk bertemu langsung dengan Bupati TTS. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meminta agar Bupati segera memberikan instruksi kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPMD) untuk mencopot sementara Kepala Desa Spaha dari jabatannya hingga kasus dugaan penyelewengan dana desa tuntas. "Kami khawatir dan menduga bahwa oknum Kades tersebut akan menggunakan kekuasaan yang ada untuk menghalalkan segala cara demi meloloskan diri sebagai terlapor dalam kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Soe. Ini adalah bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) yang tidak dapat kami biarkan terus berlanjut," pungkas kuasa hukum tersebut.  
Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan Jasa Raharja. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Jasa Raharja.


Exit mobile version