“Kami berharap kita dapat sama-sama menjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Jangan terprovokasi dengan aksi-aksi anarkisme,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya gereja menjadi cooling system dan menyuarakan seruan kenabian, serta mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola media sosial dan mimbar pemberitaan.
“Jangan ikut-ikutan memanaskan situasi, tapi sebaliknya mendoakan bangsa dan daerah ini agar masyarakat Indonesia dapat menyampaikan aspirasinya secara bermartabat”, tegasnya.
Secara terpisah, Ketua MUI Kabupaten TTS, Hadji Muhamad G. Arifudin, S.Pd., M.Pd., yang ditemui di kediamannya pada Minggu, 31 Agustus 2025, sekitar pukul 18:00 WITA, menyampaikan seruan serupa. Ia mengajak seluruh umat Muslim di Kabupaten TTS untuk tidak terprovokasi, menciptakan kegaduhan, atau ikut-ikutan menciptakan situasi anarkisme akibat pengaruh demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.
“Sebagaimana yang kita saksikan bersama di pemberitaan media-media nasional saat ini,” ujarnya.
Hadji Arifudin mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk bergandengan tangan membantu dan mendukung TNI/Polri dalam menjaga stabilitas keamanan bangsa dan daerah Timor Tengah Selatan agar tetap aman dan tertib.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












