Kehidupan komunitas ini menggugah kita untuk mencintai kegersangan dan jangan selalu berusaha mengelak, menjauh, dan lari dari situasi hidup yang sulit atau gersang.
Ingat…Tuhan Yesus berkali-kali mengajak para murid untuk berani memikul salib dan mengikuti-Nya, dan bukan mengelak dan tidak boleh pikul salib. Hanya dalam salib, kita akan dihantar untuk memasuki jalan kemuliaan atau kejayaan. Hanya dalam salib kita dimurnikan jiwa dan raga untuk seutuhnya mengabdi kepada Tuhan. Hanya dengan salib kita dapat meraih kebahagian yang sejati.
Yesus, dalam bacaan Injil hari ini, mengecam kota-kota, seperti Korasim dan Betsaida, karena ketidaksetiaan mereka kepada Allah. Mereka gampang berubah setia ketika dihampiri tawaran yang menyenangkan, yang nikmat, alias “enak dimana lingkar di situ”.
Kenikmatan hanyalah sebuah keinginan daging yang sering menyesatkan. Kemewahan hanyalah realitas duniawi yang sering kali menghadirkan konflik berkepanjangan, karena di mana hartamu berada di situ hatimu.
Pada titik ini, sekali lagi kita diajak untuk senantiasa sadar akan pentingnya situasi gersang yang hadir dalam kehidupan kita. Sebab Tuhan akan senantiasa menumbuhkan benih di tanah yang gersang. Berkat Tuhan melimpah atas diri dan hidup orang yang setia kepada-Nya dalam situasi hidup apapun itu. Semoga Tuhan selalu menyertai setiap derap langkah hidup kita. Amin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
