Bagi sebagian peserta, mengikuti seleksi TNI AD bukan hanya tentang meraih cita-cita pribadi. Ada harapan keluarga yang ingin diwujudkan, doa orang tua yang ingin dibalas, serta keinginan untuk mengangkat derajat keluarga melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dandim 1621/TTS menilai, tulisan tersebut mencerminkan semangat juang dan tekad kuat seorang anak dalam menghadapi tantangan.
“Di antara banyak peserta, anak ini memiliki cara yang berbeda untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia tidak banyak bicara, tetapi isi tasnya berbicara tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta kepada orang tua,” ujar Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo.
Menurutnya, menjadi seorang prajurit tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga mental yang tangguh, disiplin, serta semangat pantang menyerah.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi setiap calon prajurit dalam menghadapi berbagai tahapan seleksi maupun tantangan ketika kelak menjalankan tugas pengabdian.
“Saya melihat semangat juangnya luar biasa. Tidak semua orang berani menuliskan isi hatinya seperti itu. Tulisan itu menunjukkan bahwa ia datang membawa harapan keluarga, terutama ibunya. Semangat seperti ini harus dijaga, karena prajurit sejati lahir dari hati yang tulus dan tekad yang kuat,” ungkap Dandim.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
