Reaksi keras datang dari masyarakat Kabupaten Malaka, khususnya wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III. Salah satu tokoh masyarakat, Finus Ulu, secara tegas mengecam pernyataan tersebut.
Menurutnya, ucapan yang dilontarkan tidak hanya menyerang secara personal, tetapi juga berpotensi mencederai kehormatan lembaga DPRD serta masyarakat yang diwakili.
“Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Ini menyangkut martabat lembaga dan masyarakat Malaka. Disampaikan dalam forum resmi, tentu sangat tidak pantas,” tegas Finus.
Ia menambahkan, forum RAT semestinya menjadi ruang penyampaian pendapat yang santun, terbuka, dan konstruktif, bukan justru diwarnai dengan ujaran yang berpotensi memicu konflik sosial.
Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai adat dan etika, lanjutnya, pernyataan tersebut jelas melanggar norma kesopanan yang berlaku di tengah masyarakat Malaka.
Tidak berhenti pada kecaman, Finus memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum sebagai respons atas kejadian tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












