Dalam kunjungan tersebut, terungkap beberapa kendala yang dihadapi para petani. Salah satu petani, Bapak Andreas Atok, menyampaikan kesulitan akses terhadap sumber air bersih untuk irigasi tanaman. Beliau menjelaskan bahwa keterbatasan akses air memaksa para petani untuk membeli air secara berkala dari tangki air.
Andreas Atok menyatakan bahwa ketersediaan air yang memadai akan sangat meningkatkan hasil panen. Ia menanam tomat, cabai, dan sayuran lainnya di lahan seluas 6.000 meter persegi. Ia memperkirakan, jika semua petani di daerah tersebut panen setiap tiga bulan, maka akan dihasilkan 7-8 ton komoditas pertanian. Permintaan yang tinggi di Pasar Baru Atambua dan bahkan Kota Kupang menunjukkan potensi pasar yang besar.
Namun, minimnya dukungan infrastruktur pertanian menjadi kendala utama. Para petani berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa pembangunan sumur bor untuk mengatasi masalah kekurangan air. Hal ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan para petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
