Warga Geram: Polemik Upah HOK dan Dugaan Manipulasi RAB

Avatar photo
IMG 20251125 215348

 

“Kami merasa dibohongi dan diperlakukan tidak adil. Kami sudah bekerja melebihi target yang seharusnya, tetapi upah yang tertera di dalam RAB tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan keringat dan tenaga yang telah kami curahkan,” ujar Yuliana Boimau, seorang pekerja Desa Oemanan, dengan nada geram saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon seluler.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Yuliana mempertanyakan, jika memang RAB yang berlaku adalah seperti yang disebutkan, mengapa warga dipaksa untuk bekerja melebihi ketentuan tersebut? Ia menduga adanya praktik penyimpangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di pemerintahan desa.

 

Lebih lanjut, Yuliana Boimau juga mengeluhkan bahwa upah belum diterima hingga saat ini, sudah lima tahun lamanya. Mereka mengaku telah bekerja keras selama hampir satu bulan penuh, dengan kondisi kerja yang sangat memprihatinkan. Pekerjaan pengecoran dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat seperti molen, sehingga membutuhkan tenaga ekstra dan waktu yang lebih lama.