Dengan nada haru, ia menceritakan perjalanan hidupnya. Dahulu ia hanyalah seorang ibu dengan tiga orang anak. Namun kini, melalui Yayasan YNS, ia merasa memiliki jauh lebih banyak anak-anak yang dapat dibantu untuk memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan panjang dari para tamu yang hadir.
Selain prestasi yang diraihnya, Yusinta juga berhasil memperkenalkan budaya NTT melalui busana yang dikenakannya. Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Malaysia, ia tampil mengenakan tenun bermotif khas Timor yang berhasil mencuri perhatian peserta dari berbagai negara.
Kepada tim media, Yusinta mengaku banyak peserta, khususnya perempuan, menghampirinya untuk memuji keindahan tenun yang ia kenakan.
“Banyak yang bilang sarung tenun saya cantik dan unik. Bahkan mereka bertanya bisa membeli di mana,” katanya.
Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk mempromosikan tenun khas Nusa Tenggara Timur. Ia menjelaskan bahwa kain yang dikenakannya merupakan hasil karya para penenun dari kampung halamannya di Timor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












