Zakrias: Kami Keluarga Menduga Kematian Siprianus Akibat Kecelakaan Tidak Wajar

20190805 110048

“Kami sudah buat laporan polisi di Polres TTU dengan nomor laporan LP/197/VII/2019/NTT/RES TTY pada 6 Juli 2019 tentang dugaan penganiayaan dan dalam laporan tersebut kami keluarga meminta agar mayat Almarhum di Outopsi,” katanya.

Ia menuturkan, sebelum ditemukan sekarat di jalan, korban baru selesai mengikuti latihan koor dalam rangka HUT paroki hati Yesus maha kudus di Noemuti.

Usai latihan, korban meminjam sepeda motor milik Kanisius Lukis jenis Supra X dengan nomor polisi DH 5185 DF. Saat itu, korban berniat hendak berbelanja di kios yang tidak jauh dari lokasi latihan. Sesaat kemudian, korban ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan.

Kondisi korban baru diketahui keluarga setelah salah satu anggota linmas memberi kabar. Setelah beberapa jam kritis di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal pada 19 Juni 2019 pukul 03.00 wita.

“Dua minggu kemudian baru anggota lantas Polsek Noemuti olah TKP dan menyatakan korban meninggal akibat celaka tunggal,” imbuhnya.

Kasat lantas Polres TTU, AKP Wilhemus Sinlae yang dihubungi via WhatsApp mengaku untuk melakukan penyelidikan, polisi sudah memintai keterangan lima orang saksi.
Dari hasil pemeriksaan itu, kata dia, polisi berkesimpulan korban murni mengalami kecelakaan.



Exit mobile version