“Kami melihat ada dugaan bahwa aksi ini telah direncanakan. Korban yang kami dampingi tidak pernah terlibat dalam persoalan pidana apa pun, namun tiba-tiba menjadi sasaran penyerangan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam laporan polisi telah dicantumkan nama sejumlah pihak yang diduga terlibat, termasuk sekitar lima orang yang diduga berperan sebagai penggerak utama aksi tersebut.
“Nama-nama yang kami duga terlibat sudah kami cantumkan dalam laporan polisi. Kami berharap semuanya dipanggil dan diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain meminta penyelidikan secara menyeluruh, Arman mendesak Polres Timor Tengah Selatan bersama aparat TNI untuk meningkatkan pengamanan di wilayah Desa Bena agar masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut.
“Kami meminta Kapolres Timor Tengah Selatan mengusut tuntas perkara ini secara transparan. Kami juga berharap ada pengamanan yang lebih efektif dari TNI dan Polri karena masyarakat saat ini masih trauma dan takut beraktivitas,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
