Kehadiran para penari dari Timor Leste semakin memperkuat pesan diplomasi budaya lintas negara, bahwa kawasan perbatasan bukanlah pemisah, melainkan ruang untuk mempererat persahabatan.
“Empat suku bersatu dalam tarian persahabatan. Saudara-saudari kita dari Timor Leste juga hadir memperkaya makna persahabatan ini. Kita bersahabat dengan Timor Leste, bahkan dengan Australia melalui kehadiran Wali Kota Darwin,” tegas Mendagri.
Ia menambahkan, meskipun masyarakat memiliki bahasa, adat, dan budaya yang berbeda, seluruh elemen bangsa tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sembari terus membangun hubungan harmonis dengan negara-negara tetangga.
Kehadiran Wali Kota Darwin dan Menteri Muda Kebudayaan Timor Leste menunjukkan bahwa Festival Fulan Fehan telah berkembang menjadi ajang diplomasi budaya bertaraf regional. Menurut Tito Karnavian, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat toleransi, melestarikan budaya, menjaga lingkungan, sekaligus memperkenalkan kekuatan soft power Indonesia kepada dunia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












