Teguh Santosa:Indonesia Saat Ini, Ada Ancaman Bagi Kebebasan Setelah Berbicara

Avatar photo
Reporter : JMSI Editor: Redaksi
IMG 20231221 WA0001

Foto: Ketua Umum JMSI Teguh Santosa

Jakarta, Flobamora-news.com – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia, Teguh Santosa menyatakan di Indonesia saat ini, ada ancaman bagi kebebasan setelah berbicara.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Jadi, menurut Teguh ancaman itu bukan muncul ketika berbicara, tapi dikala setelah berbicara.

Karena itu, lanjut Teguh, di kalangan aktivis maupun warga yang kritis digunakan istilah-istilah yang berfungsi menyamarkan, ketika mereka berpendapat.

“Istilah-istilah seperti Wakanda dan Konoha pun lahir, yang menggambarkan bahwa kondisi saat ini tak menguntungkan bagi siapapun yang menyinggung tokoh yang terlanjur dianggap merakyat dan populis,” ungkap Teguh dalam podcast Narada Syndicate yang dipandu oleh Kusfiardi, seorang aktivis 1998, Rabu (20/12).

Teguh melanjutkan, persoalan terkait kebebasan setelah berbicara juga ditandai dengan banyak munculnya buzzer-buzzer anonim di dunia digital.

Meskipun, ada juga dari buzzer-buzzer itu yang menggunakan akun asli.

Teguh pun menyatakan, kondisi ini tak bisa dilepaskan dari demokrasi liberal. Dia mengatakan, setelah reformasi semua aspek diliberalisasi, termasuk politik.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.