“Saya begitu takut kehilangan dia sehingga saya melakukan apa saja. Jadi saya terus mengirim uang,” paparnya lagi.
Secara keseluruhan Schuster mengirim sekitar 22 ribu dolar. Begitu ia mengirim uang yang terakhir, laki-laki itu berhenti mengirim email.
“Saya patah hati dan saya pikir pasti ada yang tidak beres,” kata Schuster yang merasa curiga.
Bagi juru bicara tim Penyelidik Kriminal Tentara Amerika Chris Grey, cerita Schuster ini terlalu biasa.
“Ini memang luar biasa. Kami menghadapi ribuan kasus seperti ini. Saya pribadi bicara dengan perempuan-perempuan yang telah memberikan 75 ribu dolar, 80 ribu dolar pada seseorang yang sama sekali tidak pernah mereka temui,” ungkap Grey.
Sasarannya bukan saja warga Amerika. Kantor Grey telah mendapat laporan dari Jepang, Inggris dan Australia – semua dari perempuan yang merasa jatuh cinta dengan anggota militer Amerika, padahal mereka telah ditipu.
Grey mengatakan banyak pelaku kejahatan di dunia maya ini beroperasi dariwarung-warung kopi di negara-negara Afrika Barat dan mencuri foto-foto tentara Amerika dari media sosial. Grey menyarankan, “Percayai naluri Anda!.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
