Aneka Inovasi Progam
Dalam upaya menekan angka Stunting, tahun 2023 lalu Pemkab Nagekeo mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp. 40.370.184.398 meski realisasinya hanya Rp. 30.220.442.440. Di tahun 2024 ini Pemerintah kembali menggelontorkan biaya sebesar Rp. 44.813.532.892 untuk penanganan stunting.
Pemda Nagekeo melakukan sedikitnya 9 inovasi program kegiatan diantaranya gerakan Orang tua asuh anak stunting (OTAS) di seluruh Kecamatan. Pemkab Nagekeo lanjut Nus Bitua juga melakukan pendampingan terhadap remaja putri melalui inovasi Jumat remaja putri wajib minum tablet darah.
“Penanganan stunting secara terintegrasi dari hulu ke hilir, Penanganan tidak terbatas pada ibu dan bayi tetapi juga melalui pemberian tablet tambah darah dipadukan dengan kegiatan pendampingan Kalender Haid bagi remaja puteri dan Kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah” jelas Dia.
Selanjutnya, Pelibatan PKK dan Dasawisma dalam gerakan penyediaan pangan lokal bergizi dan membentuk Pos Gizi masyarakat di Kecamatan Boawae serta mendorong pemerintah desa dalam melakukan Revitalisasi posyandu dan Revitalisasi RT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
