Ketua Araksi NTT Kritik Program MBG di TTS, Realisasi Rendah, Transparansi Kurang, dan Pasokan Lokal Tidak Mampu

Reporter : Marfin H Editor: Redaksi
IMG20260224163613

Soe, Flobamora-News.Com || (24/02/2026) – Ketua Aliansi Advokasi Rakyat Sejahtera Indonesia (Araksi) NTT, Alfred Baun, SH, mengeluarkan sejumlah kritik terkait pelaksanaan Program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dalam jumpa pers yang diadakan, Alfred menilai bahwa memasuki tahun kedua pelaksanaan, program tersebut masih belum menunjukkan hasil yang terukur di daerah.

Menurut data yang disampaikan Araksi, dari target pembangunan 103 dapur MBG di TTS, hingga saat ini baru terealisasi sebanyak 12 dapur. “Kalau tahun kedua baru 12 dapur, kapan target 103 dapur tercapai? Program ini durasinya lima tahun. Tiga tahun pertama seharusnya sudah terlihat progres signifikan. Selain itu, mengapa setiap dapur itu tertutup untuk umum, termasuk media? Ini ada apa? Teman-teman media tolong tulis,” tegas Alfred.

Araksi juga mempertanyakan belum adanya rilis resmi terkait perubahan status gizi anak-anak penerima manfaat di TTS. Menurut Alfred, ukuran keberhasilan program MBG adalah perbaikan status gizi anak, namun hingga kini tidak ada data yang diumumkan secara terbuka. “Sudah lebih dari satu tahun berjalan, tapi hasilnya belum jelas,” katanya.



Exit mobile version