Ketua Araksi NTT Kritik Program MBG di TTS, Realisasi Rendah, Transparansi Kurang, dan Pasokan Lokal Tidak Mampu

Reporter : Marfin H Editor: Redaksi
IMG20260224163613

Selain infrastruktur yang belum terealisasi secara optimal, Araksi menilai TTS belum siap dari sisi ketersediaan bahan pangan. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar kebutuhan seperti buah, telur, ayam, dan komoditas lain masih didatangkan dari luar daerah. “Di TTS, yang relatif tersedia hanya pepaya, itu pun terbatas. Untuk kebutuhan harian ribuan porsi, pasokan lokal belum mampu mencukupi,” ujar Alfred.

Ia menambahkan bahwa perputaran anggaran ratusan miliar rupiah dari APBN juga belum berdampak signifikan terhadap penguatan sektor pertanian dan ekonomi lokal.

Araksi juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara petunjuk teknis (juknis) dengan pelaksanaan di lapangan, terutama terkait menu dan harga bahan pangan. Dalam juknis disebutkan bahwa menu buah dalam satu dapur setiap hari harus seragam, namun di lapangan ditemukan satu dapur menyajikan beberapa jenis buah sekaligus. “Kalau dalam juknis harus satu jenis buah, kenapa di lapangan bisa tiga macam? Ini berpotensi menimbulkan selisih harga,” jelas Alfred.



Exit mobile version