Namun, kondisi jaringan pipa yang sudah tua dan kerap mengalami kerusakan menjadi kendala dalam menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Terakhir, sumber air. Kita memiliki sumber air yang besar, sekitar 25 liter per detik dari Gunung Mutis, yang usianya sudah 30-an tahun. Tadi kami menyampaikan bahwa bagaimanapun air merupakan kebutuhan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, kondisi pipa yang sudah keropos menyebabkan pasokan air ke Kota SoE terkadang terhenti. Karena itu, perbaikan atau pembaruan jaringan pipa dinilai penting untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Bupati mengungkapkan, persoalan tersebut juga telah disampaikan sebagai bagian dari usulan pemerintah daerah kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian terkait.
Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian sehingga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat ditangani secara memadai.
Menurutnya, kebutuhan air bersih juga perlu diperhitungkan seiring dengan rencana penambahan jumlah personel Yonif TP 929 hingga mencapai 1.000 orang, terlebih apabila sebagian personel nantinya tinggal bersama istri dan anak mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
