Sementara itu Kepala BPBD NTT, Cornelis Wadu, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat cuaca ekstrem. Namun, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan stok bahan pangan bagi warga terdampak bencana.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk menyebarkan informasi kepada kabupaten/kota agar mitigasi lebih optimal. Wilayah Timor, Flores, dan daerah rawan longsor lainnya menjadi fokus utama kami dalam antisipasi bencana,” ujar Cornelis.
Selain itu, jika bencana mencapai skala besar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap turun tangan untuk membantu penanganan di NTT.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menghimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,
“Bagi warga di daerah rawan banjir dan longsor, diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
“Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, namun kami meminta masyarakat tetap berhati-hati dan tidak lengah. Mari bersama-sama menghadapi tantangan ini dengan kesiapan dan kewaspadaan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
