Bupati Kupang, Yosef Lede, yang membuka pelatihan tersebut, menegaskan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas. “Kerja sama ini harus memberikan dampak nyata. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti dalam kegiatan pelatihan, tetapi harus dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya tegas. Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas ternak, khususnya sapi, yang perlu didukung kepastian berusaha.
Senada dengan itu, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. “Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Peserta pelatihan terdiri dari 12 orang dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, 3 orang dari unsur masyarakat/peternak, dan 30 mahasiswa Duta Inseminator FPKP Undana. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi lulusan Prodi Peternakan sebagai kader dan duta inseminator.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






