Bagi Ibu Arisfa Selan, salah satu peternak peserta, hari itu terasa berbeda. Ia mengaku selama ini memberi makan ternak “apa adanya” dan kebingungan ketika babi peliharaannya sakit.
“Biasanya kami kasih makan ternak apa adanya, dan kalau ada babi yang sakit kami bingung harus bagaimana. Hari ini kami diajari meracik pakan sendiri dari bahan di sekitar sini, dan ternak kami juga langsung divaksin. Ini sangat membantu kami yang ada di pelosok,” ungkapnya penuh syukur.
Di bawah bimbingan David Agustinus Nguru, S.Pt., M.Pt.; Asael E. Nabut, S.Pt., M.Pt.; dan Eksed D. Amnahas, S.Pt., M.Pt., warga belajar meracik pakan dari apa yang tumbuh di sekitar mereka. Sementara Sepryanus Bani, S.Pt., M.Pt. membimbing pendampingan Inseminasi Buatan untuk memperbaiki kualitas genetik ternak. Vaksinasi massal pun berjalan, didukung langsung oleh Puskeswan Kecamatan Kie.
Akademisi memberi ilmu, LSM mendampingi langkah, Komunitas profesi dan kemahasiswaan membantu layanan teknis, dan Puskeswan Kie memperkuat kesehatan hewan di tingkat kecamatan. Masing-masing punya peran; bersama-sama mereka menjaga satu hal: masa depan peternakan di Desa Nekmese.M
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








