Ia juga memberikan apresiasi khusus atas peluncuran buku karya tulis siswa yang dinilainya sebagai pencapaian luar biasa dalam membangun budaya literasi sejak dini.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah pencapaian yang luar biasa, yaitu peluncuran buku karya anak-anak SD Inpres Taubneno. Bagi sebagian orang, sebuah buku mungkin terlihat sederhana. Namun bagi dunia pendidikan, buku yang ditulis oleh anak-anak sekolah dasar merupakan bukti bahwa budaya literasi sedang tumbuh dan berkembang,” katanya.
Menurut Apris, buku tersebut menjadi saksi bahwa anak-anak Taubneno memiliki mimpi, gagasan, imajinasi, serta kemampuan untuk mengekspresikan pikiran mereka melalui tulisan.
“Di dalam buku ini tersimpan cerita tentang kehidupan mereka, pengalaman di sekolah dan keluarga, pandangan terhadap lingkungan, serta harapan untuk masa depan. Budaya membaca dan menulis yang ditanamkan sejak dini akan melahirkan generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia optimistis dari sekolah tersebut akan lahir penulis, jurnalis, akademisi, pemimpin, hingga tokoh-tokoh hebat yang kelak berkontribusi bagi pembangunan Timor Tengah Selatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
