Nagekeo, Flobamoranews.com — Kabut tebal menyelimuti kampung wisata Pajoreja, Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, siang itu usai turun hujan sedari pagi. Jarak pandang tidak lebih dari 100 meter, hingga landscape gunung berapi Ebulobo yang menjulang tinggi di hadapannya pun tidak nampak. Udara dingin menusuk kulit dengan suhu hanya 23 derajat Celcius meski jarum jam menunjukkan pukul 12:00 siang.
Di pintu masuk kampung wisata kaki gunung Ebulobo itu, tampak ramai. Masyarakat berkumpul menyambut kedatangan tamu. Dibalut pakaian adat, beberapa kawula muda membentuk barisan. Tiga orang pria di barisan depan, satu di bagian tengah menenteng sebilah parang panjang. Sementara beberapa perempuan muda mengapit di barisan belakang. Mereka adalah penari yang siap menyambut kedatangan tamu.
Sesaat kemudian pria muda yang membawa parang mendaraskan syair adat (Bhea sa) sembari mengayunkan parang dengan gerakan maju mundur diikuti penari lainnya. Setelah syair dilantunkan gong gendang pun ditabuh mengiringi tarian yang akan membawa tamu ke tengah kampung. Rombongan pun diarahkan menuju tenda acara yang sudah disiapkan.
Hari itu, Senin 22 Juli 2024, masyarakat Kampung Pajoreja, kedatangan tamu, dari Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW) Center for Women’s Resources Development yang mengandeng Tiktok Indonesia. Pada kesempatan itu PPSW menggelar Desiminasi Hasil Program Tiktok Jalin Nusantara yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
